Tahun Depan, Usia Kabupaten Kebumen 390 Tahun

(0) Comments

Kabupaten Kebumen yang tahun 2017 ini memasuki usia ke 81 tahun, tahun depan bisa jadi akan bertambah ‘tua’ menjadi berusia hampir setengah millenium.

Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Bagian Pemerintahan Setda, pada Senin (11/12) pagi mengajukan Raperda tentang Hari Jadi Kabupaten Kebumen. Raperda ini disusun untuk menggantikan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 1 Tahun 1990 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kebumen berdasarkan hasil penelitian sejarah.

Mengacu pada draft Raperda yang diajukan, jika mendapat persetujuan DPRD nantinya, usia Kabupaten Kebumen pada 2019 menjadi 390 tahun. Sedangkan, jika masih mengacu pada Perda No 1 Tahun 1990 yang menetapkan hari jadi pada 1 Januari 1936, maka pada 2018 usia Kabupaten Kebumen baru berusia 82 tahun.

“Status Raperda, baru, dan disertai dengan Naskah Akademik serta merupakan delegasi dari peraturan yang lebih tinggi. Target penyampaian raperda pada masa sidang I.” Kata juru bicara sekaligus Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kebumen, Muhsinun SH.

Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Program Pembentukan Perda Tahun 2018 dipimpin Wakil Ketua Miftahul Ulum didampingi Wakil Ketua Bagus Setiyawan. Hadir mewakili Bupati Plt Sekda Kebumen Drs H Mahfud Fauzi MSi.

Selain Raperda tentang Hari Jadi Kabupaten Kebumen, terdapat 12 Raperda lain yang disampaikan eksekutif untuk dibahas oleh DPRD melalui Program Pembentukan (Propem) Perda tahun 2018, hingga total ada 13 Raperda. Adapun Raperda-Raperda yang akan dibahas pada tahun sidang 2108 selengkapnya sebagai berikut:

Target Masa Sidang I:

  1. Raperda tentang Hari Jadi Kabupaten Kebumen;
  2. Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 32 Tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah;
  3. Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017;
  4. Raperda tentang Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Layanan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (E-Government);

Target Masa Sidang II:

  1. Raperda tentang Pencabutan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 4 Tahun 2006 tentang Izin Gangguan;
  2. Raperda tentang Pencabutan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Izin Gangguan;
  3. Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik;
  4. Raperda tentang Penyelenggaraan Perhubungan;
  5. Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018.

Target Masa Sidang III:

  1. Raperda tentang Retribusi PelayananTera/Tera Ulang;
  2. Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Kebumen;
  3. Raperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal;
  4. Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2019.

Disampaikan pula oleh Muhsinun, terkait Raperda tentang e-Government yang akan dibahas pada masa sidang I, Badan Pembentukan perda DPRD Kabupaten Kebumen dengan Tim dari Organisasi Perangkat Daerah pengusul menyepakati bahwa Raperda ini penting untuk menjadi kebutuhan daerah baik ada maupun tidaknya rekomendasi dari Komisi Pembarantasan Korupsi  (KPK).

“Disamping itu, Raperda tersebut juga akan menjadi Raperda induk terhadap aturan yang sudah ada di Kebumen karena akan mengintegrasikan 48 (empat puluh delapan) layanan aplikasi yang terpisah-pisah seperti SIMPER, SIMDA, SIRUP, dan lain-lain.” Jelas Muhsinun.

Bapem Perda DPRD Kabupaten Kebumen, lanjut Muhsinun, mendorong terhadap ke 13 (tiga belas) Raperda tersebut dan mengupayakan agar dalam pembahasannya selalu konsisten pada tujuan awal dibentuknya raperda dimaksud.

“Sehingga akan menghasilkan produk hukum yang mampu menjadi solusi atas ke-vakum-an hukum yang ada, dan menjadikan kepastian hukum tentunya.” Pungkas Muhsinun.

 

DPRD KEBUMEN