Public Hearing : Gabungan Pansus I dan Pansus II DPRD Kebumen

(0) Comments

Panitia Khusus (Pansus) I dan Pansus II DPRD Kebumen Pansus I pembahas raperda tentang pengelolaan pasar daerah dan Pansus II pembahas raperda tentang retribusi pelayanan pasar, Selasa (9/1/2018) menyelenggarakan rapat dengar pendapat umum (Public Hearing) di ruang rapat paripurna DPRD Kebumen. Rapat ini dihadiri oleh eksekutif, pimpinan DPRD, Anggota Pansus I dan Pansus II DPRD Kebumen dan tamu undangan/ masyarakat peserta public hearing.

Rapat dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, Miftahul Ulum didampingi Ketua Pansus I Suhartono dan Ketua Pansus II, Aksin, membahas Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat dan Raperda Retribusi Pelayanan Pasar. Menurut Wakil Ketua DPRD Kebumen Miftahul Ulum maksud dan tujuan diselenggarakannya Public Hearing adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait dua raperda dimaksud.

Pansus I DPRD Kebumen melakukan Public Hearing dua kali, yaitu sebelum pembahasan dan diakhir pembahasan untuk finalisasi. Sementara itu Pansus II DPRD Kebumen baru menyelenggarakan Public Hearing satu kali. Pansus II sudah melakukan pembahasan dan konsultasi maupun kunjungan lapangan ke pasar – pasar dan hasilnya pasar sepi. “Pelaku pasar jangan dijadikan objek tetapi diperlakukan yang sejajar dengan OPD dan ada perbaikan sistem atau sarana seperti kenyamanan, kebersihan, tidak panas dan aman sehingga retribusi yang ditarik juga berimbas pada perbaikan manajemen pasar dan stakeholder” terang Ketua Pansus II Aksin.

Ketua Pansus II, Aksin, dan Sekretaris Pansus II, Muhsinun SH, mengatakan pansus II setuju rencana kenaikan retribusi pelayanan pasar. Namun besarnya perlu ada finalisasi, tidak harus sama dengan jumlah yang diusulkan eksekutif dalam raperda itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs H Nugroho Tri Waluyo menyampaikan bahwa kenaikan retribusi ini sebagai bentuk kepedulian pedagang untuk memberikan layanan dan perbaikan.

Mubasir Pedagang Pasar Bocor di Kecamatan Buluspesantren Kebumen setuju rencana kenaikan retribusi, namun besarnya paling tinggi 10 persen. Pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen juga setuju rencana kenaikan retribusi asalkan tidak sampai 1.000 persen. Kenaikan paling tinggi 100 persen dari retribusi yang berlaku sekarang.

Anggota yang juga Wakil Ketua Pansus II, Danang Adinugroho, menemukan hal aneh terkait penetapan retribusi yang berlaku sekarang di Pasar Tumenggungan Kebumen. Kios di Tumenggungan 4×4 meter tarifnya Rp. 40.000,- dan akan dinaikan menjadi Rp. 380.000,- los 2 x2 meter Rp. 25.000,- per bulan. “Kalau dihitung permeter untuk los Rp. 200,- rupiah sedangkan yang kios Rp. 800,- rupiah per meter per hari, ini agak lucu kok kenaikannya sangat beda” jelas Danang Adinugroho.
Untuk pembahasan lebih lanjut akan diselenggarakannya rapat finalisasi terkait dua raperda yang dimaksud. Public Hearing ditutup pukul 13.30 WIB oleh Pimpinan rapat Miftahul Ulum.

DPRD KEBUMEN