Puisi “Doa yang Tertukar” Berimbas Sampai di Kebumen

(0) Comments

 

Merebaknya berita melalui media cetak maupun elektronik serta media-media sosial terkait dengan video pembacaan doa oleh KH Maimun Zubair lebih dikenal dengan nama Mbah Moen yang kala itu seharusnya mendoakan Jokowi sebagai presiden periode 2019-2024 salah sebut dengan nama Prabowo. Hal tersebut sontak ramai diperbincangkan di media-media online.

Tak elak pula Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyindir Mbah Moen lewat puisi yang berjudul “Doa yang Tertukar”. Puisi tersebut memicu kemarahan masyarakat khususnya para santri, yang menganggap puisi tersebut menghina Kiai. Santri-santri di Kebumen melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Kebumen. Ketua Aliansi Santri Pembela Kyai (Aspek), Fachrudin mengatakan puisi yang ditulis tersebut telah menghina kiai.

“Kiai merupakan keistimewaan bagi para santri dan warga”, jelasnya.  Aksi tersebut ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Kebumen Miftahul Ulum.

Selain melakukan aksi damai pada Hari Jum’at (15/2), para santri juga membuat petisi tertuju kepada Fadli Zon. Fachrudin memberikan petisi tersebut kepada Wakil Ketua DPRD Kebumen, Miftahul Ulum mewakili anggota dewan. Mereka meminta kepada DPRD Kebumen agar mengirimkan petisi tersebut ke DPR Provinsi maupun DPR RI. Isi dari petisi tersebut yaitu menolak segala bentuk yang merendahkan marwah kiai, berpolitik dengan santun tanpa harus menghina kiai, dan para elit politik untuk menjaga keharmonisan umat beragama berbangsa dan bernegara.

“Kami akan mengirim petisi itu ke DPR provinsi dan DPR pusat disana tahu keteguhan hati dan sikap para santri karena puisi Doa yang tertukar”, tegasnya.

Acara tersebut berlangsung aman tertib dan damai. Selesai berorasi, para santri kembali ke tempat masing-masing.

DPRD KEBUMEN