Menggali Potensi Daerah Untuk Meningkatkan PAD

(0) Comments

Kamis, (16/5/19) Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen melakukan studi referensi ke Taman Mini Indonesia Indah yang dipimpin oleh Ketua Komisi D H Sarimun SSy. Maksud dan tujuannya yakni menggali sebanyak mungkin informasi yang terdapat secara teknis dan real untuk dijadikan pembanding peningkatkan pariwisata di Kebumen. Rombongan tersebut disambut baik oleh Drs Tanribali Lamo SH Direktur Utama TMII, Taufik Sukasah MSi Direktur Umum, dan karyawan TMII lainnya di Ruang Rapat Nusantara Lantai 3 Gedung BPP Taman Mini Indonesia Indah.

Taman Mini Indonesia Indah diresmikan pada bulan April tahun 1975. Kawasan Taman Mini Indonesia Indah didalamnya terdapat Anjungan Daerah untuk semua Propinsi, hanya satu yang belum ada yaitu Propinsi Kalimantan Utara. Anjungan Daerah merupakan bangunan-bangunan rumah adat yang bercirikan arsitektur tradisional khas daerah Indonesia. Dari setiap provinsi menampilkan sekurangnya tiga bentuk rumah adat khas daerah yang berada di satu kawasan yang disediakan untuk provinsi bersangkutan. Anjungan Daerah dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai rumah adat berbagai suku bangsa di Indonesia kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang mungkin tidak sempat lagi melihat rumah adat di daerah asalnya. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan dari wisata di TMII.

Taman Mini masih menjadi favorit masyarakat dengan beragamnya wahana yang dikunjungi. Pengunjung Taman Mini sangat tinggi yaitu sekitar 6,6 juta pengunjung per tahun dengan tarif masuk  Rp. 20.000,-. Untuk masuk masing-masing wahana masih dikenakan biaya, terkait Anjungan Daerah tidak ada penghasilan, tetapi hanya ada 2 anjungan yang mempunyai PAD.

Terkait dengan anggaran dari Pemerintah, TMII tidak diberikan anggaran oleh Setneg akan tetapi Taman Mini diperiksa oleh BPK. Bantuan dari Pemerintah sekarang sudah tidak ada, namun ketika ada pembangunan tetap harus berkoordinasi dengan Pemerintah. Pada Anjungan yang ada di Taman Mini semua maintenance dan pegawai menjadi tanggungan Propinsi masing-masing.

Taman Mini selalu berkeinginan mewujudkan pengunjung nyaman dengan cara perbaikan pembangunan untuk meyesuaikan kondisi pengunjung. Salah satunya yaitu akan dibangunnya gedung 12 lantai untuk parkir yang cukup untuk menampung 8000 mobil dan 500 bus. Di tahun 2019 akan ada 4 dimensi agar diterima oleh anak melenial dan tertarik untuk datang.

PAD Kebumen kecil jadi harus bisa menggali potensi Daerah, di dalam UU No. 23 disebutkan Pemerintah Daerah adalah Bupati dan DPRD, maka kebersamaan ini harus dibangun terlebih dahulu untuk bisa bersama-sama membangun Kebumen sekaligus meningkatkan PAD. Kebumen memiliki wisata Jatijajar, Suwuk, Pantai Logending, dan masih banyak yan lainnya. Dengan banyaknya wisata di Kebumen maka potensi-potensi yang ada harus digali untuk meningkatkan PAD.

DPRD KEBUMEN