Geopark Karangsambung-Karangbolong Menuju Geopark Internasional

(0) Comments

Geopark Karangsambung-Karangbolong di Kebumen Jawa Tengah telah mendapat sertifikat sebagai geopark nasional pada 30 November 2018 lalu. Pengusulan Karangsambung-Karangbolong sebagai geopark internasional memerlukan persiapan untuk memenuhi kriteria sebagai geopark yang mengedukasi secara global. “Jika Geopark Karangsambung-Karangbolong ingin menuju status geopark internasional, informasi yang lengkap harus disediakan meliputi aspek keanekaragaman geologi, hayati, serta budaya,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Zainal Arifin di Jakarta saat menerima kunjungan DPRD Kabupaten Kebumen pada Rabu (24/7). Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kebumen Bagus Setiyawan diterima di ruang rapat pimpinan Sasana Widya Sarwono lantai 2. Kunjungan trsebut dalam terkait peran LIPI dalam membantu Pemkab Kebumen untuk edukasi Geopark menuju Geopark Internasional.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan, pengelolaan geopark harus memiliki analisis, inventori tentang keanekaragaman hayatinya, serta menonjolkan keunikan. “Pengelolaan keanekaragaman hayati geopark harus jelas kedepannya seperti apa. Jangan sampai karena banyaknya turis dan tidak sesuai kapasitas wilayah, malah akan merusak geopark,” ujarnya.

Geopark Karangsambung Karangbolong yang berada di kawasan seluas 543.599 kilometer pesegi, mencakup 117 desa di 12 kecamatan di Kebumen, akan dikelola sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat. LIPI menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium geologi yang berada di bawah pengelolaan Balai Informasi dan Konservasi Kebumian LIPI. Geopark Karangsambung Karangbolong yang berada di kawasan seluas 543.599 kilometer pesegi, mencakup 117 desa di 12 kecamatan di Kebumen, akan dikelola sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat.

Kawasan ini dikenal dengan lantai samudera purba. “Di balik situs geologi Karangsambung yang relatif berbukit dalamnya terdapat fosil bawah laut,” ujar Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto. Hal ini terlihat pada beberapa singkapan batuan yang muncul ke permukaan yang menggambarkan evolusi lempeng tektonik dengan rentang usianya lebih dari 120 juta tahun lalu. “Kawasan ini bisa dijadikan kawasan penyimpanan sampel batuan dasar laut dari seluruh Indonesia karena belum ada tempat seperti itu di Indonesia. Ini akan menjadikan Karangsambung-Karangbolong mempunyai daya tarik ilmuwan internasional” tutup Eko.

Komisi A DPRD Kebumen merespon postitif untuk dilakukan Pembangunan Geosite yang ada sebagai atraksi guna memikat daya tarik calon wisman untuk visit ke Kebumen. Komisi A DPRD Kab Kebumen juga mendorong agar Pemkab untuk melakukan MOU PKS dengan LIPI agar secara managemen plan untuk menuju Geopark Unesco bisa berjalan lancar.

DPRD KEBUMEN