20170529 audiensi pedagang pasar

Retribusi Mau Naik, Pedagang Mengadu ke DPRD

Jul 15 2017
(0) Comments
  • Facebook
  • Twitter

Puluhan pedagang pasar Tumenggungan Kebumen Senin (29/5) “mengadu” ke kantor DPRD Kebumen. Mereka merasa adanya rencana kenaikan retribusi pasar makin memberatkan mereka. Kedatangan para pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen (HPPTK) itu meminta agar DPRD bisa “berbuat sesuatu” dan kenaikan retribusi pasar tidak sampai terjadi.

Kenaikan tarif retribusi pasar tersebut termaktub dalam Raperda Retribusi Pelayanan Pasar yang belum lama ini ditolak DPRD. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan retribusi pasar itu mencapai 100 persen dari harga semula. Untuk diketahui, retribusi pasar saat ini untuk kios A Rp 83,-/meter/hari naik menjadi Rp 1.000,-/meter/hari, Kios B dari Rp 66,-/m/hari naik menjadi 900,-/meter/hari, dan kios C dari Rp 50,-/meter/hari menjadi Rp 800,-/meter/hari.

Audiensi HPPTK diterima Wakil Ketua DPRD Miftahul Ulum, Pimpinan, dan anggota Komisi C. Pada audiensi yang diselenggarakan di ruang Rapat Pimpinan DPRD ini, ketua HPPTK Amin Masykur mengatakan para pedagang tidak setuju jika kenaikan retribusi pasar meningkat sebegitu signifikan. Menurutnya, jika ada kenaikan retribusi, hendaknya diimbangi dengan pemasukan dari pedagang.

Ia menjelaskan, kondisi pasar Tumenggungan setelah dibangun justru semakin sepi dibandingkan sebelum dibangun. Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah dapat melakukan penertiban kepada pedagang yang berada di luar karena membuat pembeli enggan masuk pasar.

 

“Usulan kami kenaikan retribusi pasar maksimal 20 persen, jika sebesar ini kami tidak sanggup,” jelasnya.

Miftahul Ulum mengungkapkan, kenaikan retribusi pasar baru sebatas usulan Raperda oleh eksekutif. Pedagang tidak perlu gusar karena keputusan naiknya retribusi pasar harus dengan persetujuan DPRD yang tentunya akan mewakili suara rakyat dalam hal ini pedagang.

“Proses untuk sampai ditetapkannya pun masih sangat panjang bapak ibu, dan kami tentu pada prosesnya akan melibatkan bapak ibu sebelum Raperda ini nantinya ditetapkan.” kata Miftahul Ulum menenangkan.

Ketua Komisi C H Muhsinun mengatakan, yang paling utama bukan rencana kenaikan retribusi, tetapi justru bagaimana pelayanan pemerintah kepada pedagang agar pasar ramai.

“Jika pasar ramai, pelayanan baik, dan penghasilan pedagang meningkat, kenaikan tarif retribusi tentu bukan masalah buat pedagang.” pungkas Muhsinun.

Related Posts
DPRD KEBUMEN