Dukungan Keluarga, Modal Utama Kiprah Politik bagi Perempuan

Oct 09 2017
(0) Comments

Kiprah perempuan dalam dunia politik di Kebumen menarik perhatian kabupaten lain untuk belajar. Adalah Dinas Kesbangpol kabupaten Ciamis provinsi Jawa Barat yang pada Senin (9/10) melakukan study banding ke DPRD Kabupaten Kebumen.

Rombongan dipimpin Asisten I Sekda Kabupaten Ciamis Drs Endang Sutrisna MSi. Ia bersama 34 orang datang ke Kebumen untuk mengetahui pelaksanaan kuota 30 persen keterwakilan politik perempuan di parlemen.

“…dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah,  yang paling mendekati kuota 30% adalah Kebumen. Di Kabupaten Ciamis, dari 50 anggota DPRD, hanya 7 yang perempuan,” katanya.

DPRD Kabupaten Kebumen masa keanggotaan 2014 – 2019 menempatkan 14 anggota perempuan atau 28 persen. Jumlah ini bahkan lebih tinggi dari Kota Semarang yang “hanya” memenuhi 22 dari aturan 30 persen kuota perempuan dengan 11 orang dari total 50 orang anggota DPRD.

Kunjungan diterima Wakil Ketua DPRD Bagus Setiyawan didampingi pimpinan dan anggota Komisi A. Menurut Ketua Komisi A Hj Supriyati SE, tingginya angka keterwakilan perempuan di Kebumen juga berbanding lurus dengan kiprahnya di DPRD.

“Baru-baru ini kami baru menetapkan Perda Inisiatif yang perempuan banget, yakni Perda tentang Pemberian ASI Eksklusif,” terang Supriyati.

Menurut Endang Sutrisna, ditetapkannya Peraturan KPU No 7 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pencalonan Anggota DPRD yang memerintahkan kepada partai politik agar wajib memenuhi syarat kuota 30% calon legislatif (caleg) perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil) masih berat dipenuhi di banyak daerah, termasuk Kabupaten Ciamis.

“Kuota ini seolah-olah hanya dapat dilaksanakan pada saat pengajuan calon. Hasil pemilu legislatif sebagaimana yang telah diumumkan ternyata belum mampu mendongkrak suara perempuan secara signifikan. Di Kebumen bagaimana triknya?” tanya Endang.

Wakil Ketua DPRD Bagus Setiyawan maupun Ketua Komisi A sepakat bahwa modal utama keterpilihan perempuan diawali dari dukungan keluarga, terutama suami. Disamping bahwa intensitas sosialisasi saat kampanye yang juga harus lebih masif dilakukan. Ermi Kristanti, anggota Komisi A mengungkapkan pengalamannya saat mencalonkan diri hingga terpilih.

“Modal penting bagi saya saat itu adalah keaktifan saya di berbagai organisasi. Kesiapan mental, fisik, dan pola pendekatan ke konstituen juga penting,” bebernya.

Kunjungan Dinas Kesbangpol Kabupaten Ciamis diikuti pejabat Dinas dan perwakilan dari pengurus 12 parpol peserta pemilu. Selain Komisi A, DPRD Kebumen menghadirkan juga perwakilan dari Dinas Kesbangpol, BAP3DA, dan Dispermades P3A Kabupaten Kebumen.

DPRD KEBUMEN