Tidak Hanya Akses Jalan, Event Akan Menarik Wisatawan

Apr 13 2018
(0) Comments

Pariwisata di Kebumen sampai saat ini masih banyak yang belum terjamah oleh Pemerintah Kebumen, belum dikelola dengan baik bahkan masyarakat sekitar lokasi pariwisata dikelola secara swadaya. Pariwisata pantai sangat banyak yang berada di panjang jalur Laut Selatan, jika dikelola dengan baik dapat menambah PAD Kabupaten Kebumen. Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen yang dipimpin oleh Ketua Komisi D H Sarimun, Rabu (11/4) yang membidangi mengenai pembangunan infrastruktur melakukan studi banding ke Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu untuk mengembangkan potensi-potensi pariwisata yang ada di Kebumen. Ikut serta dalam rombongan Wakil Ketua Komisi D Adib Mutaqin, Sekretaris Komisi D Bambang Paryono, Anggota Komisi D H Chumndari, Akhmad Khaeroni, Probo Indartono, Dra. Halimah Nurhayati, Budi Puspitawati dan Herni Ning Susanti.

Acara dibuka oleh Kasudin Parwisata Kepulauan Seribu Cucu Ahmad Kurnia dengan pemaparan mengenai pariwisata yang dimiliki Kepulauan Seribu. Salah satu yang menjadi faktor utama agar wisata menjadi ramai pengunjungnya yaitu akses menuju lokasi atau jalan yang mudah dilalui. “Untuk menarik wisatawan kita harus tahu bagaimana jalan transportasinya seperti apa, jalan mudah dilalui atau sulit, kemudian apa yang menarik di lokasi pariwisata tersebut? Apa yang disajikan itu sangat mempengaruhi banyak pengunjungnya atau tidak,” jelas Kasudin.

Pariwisata akan jadi menarik lagi jika bisa memunculkan adat istiadat atau sesuatu yang menjadi ciri khas lokasi tersebut. Kepulauan Seribu mempunyai Pulau Tidung merupakan pulau terbesar di Kepulauan Seribu Selatan dengan luas kurang lebih 50 hektare. Terdapat makam keramat 2 Habib dan Raja Tidung, yang menarik wisatawan datang. Wisata Pulau Tidung berjenis wisata berbasis penduduk, yakni berwisata yang berbaur dengan penduduk pemukiman warga. Banyak kegiatan wisata yang ada di Pulau Tidung seperti bersepeda, mengunjungi makam Raja, snorkeling, menyelam, menanam bakau, transplatasi terumbu karang, olahraga air, banana boat, donat boat, perahu kuno, jetski dan masih banyak kegiatan menarik lainnya. Pulau Tidung besar dan Tidung kecil dihubungkan dengan sebuah jembatan yang disebut Jembatan Cinta yang telah menjadi icon Pulau Tidung.

Melihat paparan mengenai Pariwisata di Kepulauan Seribu, pariwisata di Kebumen masih sangat tertinggal jauh. Pariwisata akan ramai wisatawannya dengan memperhatikan hal yang utama adalah transportasi akses jalan yang mudah dilalui, yang kedua masyarakat setempat harus terbuka membantu mengembangkan daerahnya. “Jika aksesnya bagus, masyarakat bisa menerima, maka pasti baik dan menarik pariwisatanya,” terang Kasubag Sudin Disparkep Seribu. Anak-anak setempat juga dilatih untuk membuat vidio memposting yang baik seperti apa terkait wisata yang dimiliki.

Neneng Kasubag Umum menambahkan, ”Kepulauan Seribu bukan pantai atau pasirnya yang prioritas di Pulai Seribu. Yang unik adalah adat istiadat seperti kebiasan pakaian, kehidupan masyarakatnya itulah yang menarik. Komisi D akan mendorong pemerintah agar pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan untuk berkembangnya pariwisata di Kebumen. Pariwisata di Kebumen akan berkembang dengan adanya pembangunan akses jalan, kemudian baru dilanjutkan dengan mengembangkan potensi daerah wisata yang ada. Komisi D berharap dengan adanya studi banding ini akan membantu pengetahuan dan membuka wawasan mengenai pembangunan pariwisata khususnya di Kabupaten Kebumen.

DPRD KEBUMEN