Sibas, Implementasi Smart City

Apr 13 2018
(0) Comments

Kamis (12/4), Komisi D DPRD Kabupaten Kebumen melakukan studi banding ke Walikota Jakarta Utara terkait dengan penanganan limbah atau sampah. Rombongan Komisi D yang di Ketuai oleh H Sarimun, Wakil Ketua Komisi D Adib Mutaqin, Sekretaris Komisi D Bambang Paryono, Anggota Komisi D H Chumndari, Akhmad Khaeroni, Probo Indartono, Dra. Halimah Nurhayati, Budi Puspitawati dan Herni Ning Susanti diterima pukul 09.00 WIB di Gedung Fatahillah, Lantai 2. Hadir dalam acara tersebut Suku Dinas Pajak dan Retribusi Jakarta Utara Kasto, Kasudin LH Slamet, dan Kasatpol PP Riyadi.

Slamet, Kasudin LH Jakarta Utara Di Jakarta Utara memaparkan mengenai penanganan pengelolaan sampah di wilayahnya. Penanganan sampah di Jakarta Utara mempunyai Pekerja Harian Lepas (PHL) sebanyak 1340 orang dengan berbagai jabatan atau tugas, seperti pengemudi alat berat, pengemudi kendaraan lintas, pengemudi truk sampah, pengemudi gerobak motor, petugas TPS, mekanikal dan masih banyak yang lainnya. Volume sampah berkisaran 900-1000 ton/perhari di beberapa kecamatan yang ada seperti Ancol, Pademangan, Priok, Cilincing dan yg lain. Sampah-sampah tersebut dibuang ke TPA Bantar Gebang, Bekasi.

Jakarta Utara juga mempuyai rencana jadwal pembuangan sampah dari sumber atau warga dan jadwal pengangkutan ke TPST Bantargebang. Kewajiban warga pukul 05.00 – 15.00 WIB, warga melalui petugas gerobak  menahan sampah dipemukiman (tidak melakukan pembuangan sampah ke TPS). Pukul  15.00 – 05.00 WIB, petugas gerobak mengangkut sampah dari warga ke TPS. Selain itu juga ada kewajiban pemerintah mengenai penanganan sampah. Pada pukul 14.00 – 05.00 WIB, truk pengangkut sampah siap di lokasi TPS dan mengisi muatan. Pukul 21.00 – 05.00 WIB, truk pengangkut sampah boleh mengangkut sampah dari TPS ke TPST Bantargebang.

Banyaknya volume sampah setiap hari membuat pemerintah Jakarta Utara harus berinovasi. Salah satunya untuk membuat sampah bernilai pemerintah mempunyai program bank sampah. Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah untuk dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Pembuatan bank sampah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kesepakatan dan kemauan dari masyarakat itu sendiri yang dapat menentukan keberhasilan program bank sampah. Setelah itu pemerintah juga harus mendukung dari kegiatan tersebut.

Di Kabupaten Kebumen, DPRD khususnya Komisi D juga harus mendorong dinas terkait untuk segera memiliki program atau inovasi memanfaatkan sampah agar bernilai ekonomis. Jadi sampah tidak hanya sekumpulan sampah yang tidak bernilai dan harus dibuang atau dimusnahkan.

Inovasi berbasis internet mengenai pengelolaan sampah di Jakarta Utara yaitu Sistem Informasi Bank Sampah (Sibas) untuk menunjang salah satu implementasi smart card untuk smart city. SiBAS dibangun agar dapat meningkatkan efisiensi serta efektifitas dalam pengelolaan bank sampah serta pelaporan aktifitas bank sampah kepada pemerintah daerah dengan media smart card dan berbasis komputasi awan (cloud). Jadi lebih mudah dalam pengoperasian dan perawatan sistem, serta kemudahan akses dari lokasi dengan koneksi internet.

DPRD KEBUMEN