Beranda / Berita / Ketua DPRD: Musrenbang Idealnya 4 Tahun Sekali

Ketua DPRD: Musrenbang Idealnya 4 Tahun Sekali

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2013 Selasa (19/3) pagi digelar di Gedung Pertemuan Setda Kebumen. Acara ini direncanakan akan berlangsung selama dua hari terhitung mulai Selasa hingga Rabu 19 s/d 20 Maret 2013. Peserta terdiri dari Kepala SKPD, delegasi Kecamatan dan Desa/Kelurahan, stakeholder SKPD, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kebumen. Pembukaan acara yang tahun ini bertajuk "Revitalisasi Ekonomi Dengan Peningkatan Akses Pelayanan Dasar Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Kemiskinan" ini dihadiri Bupati Kebumen H Buyar Winarso SE, Wakil Bupati Djuwarni Amd. Pd, Sekda Kebumen Drs. H. Adi Pandoyo MS.i, Kabid Kesra Bappeda Propinsi Jawa Tengah Bambang Setiabudi SH MM, Ketua DPRD Ir Budi Hianto Susanto, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kebumen.


Dalam paparannya, Ketua DPRD Kabupaten Kebumen menyentil efektifitas pelaksanaan Musrenbang yang selama ini digelar setahun sekali. Menurut Budi Hianto, pihaknya telah melakukan penggalian data ke beberapa camat tentang perbandingan prosentase antara usulan di Musrenbang dengan pelaksanaan dilapangan. Hasilnya, masih menurut beliau, banyak program yang telah disetujui di Musrenbang tingkat Kabupaten belum terlaksana hingga diselenggarakannya Musrenbang tahun berikutnya. Dengan nada santai beliau mengungkapkan "Idealnya acara seperti ini diselenggarakan 4 tahun sekali." Sentilan ini pun disambut tepuk tangan meriah dari ratusan peserta yang memenuhi Gedung Pertemuan Setda.

Lebih lanjut Ketua DPRD menyampaikan kepada Bappeda Propinsi Jawa Tengah terkait kondisi jalan di jalur selatan khususnya Kabupaten Kebumen. Melalui Kabid Kesra Bappeda Propinsi Jawa Tengah Bambang Setiabudi SH MM, Budi Hianto membandingkan pembangunan akses jalan nasional di jalur utara (Pantura) yang sedemikian gencar dilaksanakan setiap menjelang arus mudik. Jika betonisasi dilaksanakan setiap tahun di Pantura, kondisi sebaliknya terjadi jalur selatan. Meski menjadi jalur utama arus mudik dan arus balik, kondisi aspal jalur selatan sangat memprihatinkan.
"Di jalur selatan lebih banyak tambalannya daripada aspal aslinya." ungkap Budi Hianto yang kembali disambut tawa dan tepuk tangan peserta Musrenbang.